Aturan Berkunjung di "Potterheads INDO"
1. ATURAN TERPENTING : Seorang Penyihir.
2. Dilarang menyebarkan hoax dan saling mengejek.
3. Dilarang menyebarkan virus pertengkaran karena perbedaan pandang pada salah satu karakter.
4. Jika kalian punya kritik / saran yang akan membuat blog ini lebih bagus lagi, kirim ke potterheadsindo@gmail.com. Semua email akan di pertimbangkan :)
5. Berkomentar dengan bahasa yang sopan, baik dan sesuai dengan topik.
Nah, kalian harus mematuhi peraturan ini kalau tidak mau dicap Squib / Muggle! hahaha... enjoy it...!
Namun terkadang ada muggle yang menikah dengan penyihir. Anak mereka nantinya akan dipanggil dengan sebutan half blood atau darah campuran. Salah satu contoh adalah Lord Voldemort. Di dunia sihir, half blood masih dapat diterima di kalangan penyihir meskipun kedudukan mereka tidak setinggi pure blood atau darah murni, yaitu penyihir yang kedua orang tuanya adalah penyihir. Mungkin, kedudukan yang dianggap paling rendah dalam 'kasta' dunia sihir adalah mud-blood atau darah lumpur. Kata ini merupakan sebutan untuk para penyihir yang kedua orang tuanya bukanlah penyihir. Hermione Granger merupakan mud-blood yang paling sering dihina Draco Malfoy karena darahnya ini.
Lord Voldemort dan para pengikutnya merupakan para penyihir yang paling menentang kesetaraan antara penyihir dengan muggles. Menurut mereka, kedudukan penyihir jauh diatas muggles ataupun mud-bloods. Pada saat Lord Voldemort berhasil menguasai Kementerian Sihir, ia bahkan memerintahkan untuk mendata dan menyidang setiap mud-blood melalui Dolores Umbridge, memastikan bahwa mereka memang pantas dihukum dengan tuduhan merebut tongkat sihir yang tidak seharusnya mereka miliki.
Akan tetapi, tidak semua muggles buta tentang keberadaan dunia sihir. Orang-orang yang beranakkan atau bersaudarakan penyihir, seperti orang tua Hermione atau keluarga Dursley, tahu mengenai dunia ini meskipun selalu menolak untuk terlibat. Selain itu, Perdana Menteri Inggris pun juga selalu mendapat laporan berkala dari Perdana Menteri Sihir mengenai apa yang terjadi di dunia tersebut. Laporan tersebut hanya disampaikan apabila ada kejadian di dunia sihir yang dapat mempengaruhi dunia muggle.
Label: Draco Malfoy, Dunia Sihir, Harry Potter, Hermione Granger, Voldemort
Ini alamat tumblr Author --> http://www.emmaloversforever.tumblr.com ... So, follow ya bagi yang mau! HARUS!! just kidding! *peace*
Label: Emma Watson, Fakta, Harry Potter, Hermione Granger
Mau buat apa nggak ya? ntar takutnya jadi susah ngebagi waktu... Trus Author juga bingung, itu Tumblr isinya apa ya? hehehe.. author sih suka banget Emma Watson, apa dia aja ya? apa author buat tumblr yang khusus Hogwarts School / Hogwarts Member aja ya??
haduuuh... pusing nih. Potterheads, bantu pilih ya! Author menghargai mu!! (#eaaa kata-katanya)
Label: Emma Watson, Hermione Granger, Hogwarts
Hello wizards and hogwarts student!! Author lagi hepi nih, soalnya mau ngadain "Pemilihan Logo Hogwarts School & @HogwartsMember". Semuanya dah pada tau kan, Hogwarts School itu blognya (ini), @HogwartsMember itu username kami di Twitter. Oke, yang mau milih logonya, baca petunjuknya dulu ya... ^^
Petunjuk Pemilihan Logo :
1. Pilihlah Logo yang paling kamu sukai (tiap orang hanya boleh memilih 2 logo).
2. Kasitau juga Logo yang kamu pilih untuk Twitter atau lebih cocok untuk Blog.
3. Cara mengirim jawaban bisa lewat komentar / di Twitter.
4. Jawabnya pake nomor ya...
Pilihan logo :
NB : kasih komentar yaa...
Langsung aja lihat, para Wizards dan Hogwarts Student... :D
WARNING : Beberapa foto diatas ada yang hasil editan, jadi jangan terlalu dipikirkan!!
Scorpius ditampilkan pertama kali dalam epilog buku novel terakhir penulis Inggris J.K Rowling pada 19 tahun kemudian setelah pertempuran di Hogwarts yang akan memulai tahun pertamanya.
Di foto ini terlihat jelas wajah Draco yang berjenggot dan tampak stress. Dan juga wajah Scorpius seperti baru masuk ke alam lain dan melihat sekeliling.
2. Rose Weasley
Rose Weasley adalah anak pertama dari pasangan Ron dan Hermione. Ia mempunyai seorang adik laki-laki yang namanya Hugo Weasley.
Ini adalah foto Rose saat hendak ke Hogwarts di Hogwarts Express.
3. Hugo Weasley
Hugo Weasley yang biasa dipanggil Hugo adalah anak kedua dari pasangan Ron dan Hermione. Ia seangkatan dengan Lily, anak Harry dan Ginny.
Hugo tampak sangat mirip dengan ayahnya, Ron.
4. Albus Severus Potter
Albus adalah anak kedua dari pasangan Harry dan Ginny. Ginny dan Harry sepakat menamainya "Albus Severus Potter" karena berasal dari 2 nama orang terhebat yang pernah mereka temui. Albus Dumbledore dan Severus Snape.
Albus saat pertama kali datang ke Hogarts.
5. James Sirius Potter
James adalah putra pertama Harry dan Ginny. Ia sudah terlebih dulu sekolah di Hogwarts dibanding Albus. Ia memiliki sifat jahil dan usil, tapi sebenarnya baik. Ia juga mahir bermain Quidditch, diatas Firebolt warisan ayahnya.
James menemani adik-adiknya ke stasiun King Cross.
5. Lily Luna Potter
Lily adalah anak bungsu. Ia lahir antara 1 September 2007 and 31 August 2008. Rambutnya mewarisi Ginny, merah kecoklatan. Kayaknya dia pendiam.
Sebenarnya Lily itu cukup cantik di tahun pertamanya di Hogwarts. Rambutnya panjang dan indah.
Yup, itu dia tadi anak-anak baru yang 'MUNCUL' di Hogwarts dan serial Harry Potter. Yang udah nonton HPDH2 pastinya udah lihat mereka kan??
NB : jangan lupa kasih komentar ya, please!
Harry Potter Lovers yang punya Twitter, jangan sampe gak ngefollow orang-orang dibawah ini. Ini akun Twitter resmi para pemain Harry Potter :
J.K. Rowling (Penulis Harry Potter)
Tom Felton (Draco Malfoy)
Emma Watson (Hermione Granger)
Evanna Lynch (Luna Lovegood)
James Phelps (Fred Weasley)
Oliver Phelps (George Weasley)
Matthew Lewis (Neville Longbottom)
Chris Rankin (Percy Weasley)
Warwick Davis (Filius Flitwick & Griphook)
Alec Hopkins (Severus Snape muda)
Angelica Mandy (Gabrielle Delacour)
Freddie Stroma (Cormac McLaggen)
Jamie Campbell Bower (Gellert Grindelwald)
Jessie Cave (Lavender Brown)
William Dunn (James Sirius Potter)
Ryan Turner (Hugo Weasley)
Arthur Bowen (Albus Severus Potter)
NB : give a comment, please!
Now, there's one again Funny Photo from @HogwartsMember followers on twitter. Check it out... wizards....
Wkwkwkwkwkwk...
Kalo mau foto tentang Harry Potter yang hasil editan kamu sendiri masuk ke blog ini, jangan lupa follow @HogwartsMember di twitter yaaa!
Ini ada juga foto-foto lucu Harry Potter dari followers @HogwartsMember. Silahkan dilihat 'n boleh disave juga kok...
Kiriman : @lollipopdurge
NB : kasih komentar ya! dan... follow @HogwartsMember.. :)
Label: Funny Photo, Harry Potter, Hermione Granger, Ron Weasley
Ini ada fan fiction kiriman dari followers @HogwartsMember. Silahkan dibaca... Author gak bisangejelasin apa-apa soalnya bukan Author yang bikin... (:p)
Disclaimer: I do not own anything, J.K. Rowling does.
Warnings: OOC parah, cliché, kacau, alur kecepetan, post-Hogwarts.
Pairing: Draco Malfoy – Hermione Granger
Genre: Romance & Angst
Rated: T
Realization
Awal Juni, awal musim panas—salah satu musim favoritku. Well, sebenarnya ini bukan berita baru mengingat hampir semua orang memang menyukai musim panas—dan karena alasan yang sangat umum, kurasa. Kau bisa menikmati sinar matahari tanpa batas, memandang bunga-bunga yang bermekaran di sekelilingmu, atau bahkan berbaring di rerumputan di luar rumah pada malam hari. Tak melakukan apa pun, hanya berbaring diam di sana dan menatap langit malam—membebaskan imajinasimu yang paling liar sekali pun. Dan aku tidak bisa tidak tersenyum ketika membayangkan diriku sendiri melakukan semua hal itu. Aku menghela napas panjang, mungkin suatu hari nanti aku bisa melakukan hal itu. Bersamanya.
Aku menolehkan kepalaku ke sisi tempat tidur di sampingku, dan seperti yang sudah kuduga, seperti yang selalu terjadi di setiap malam ketika aku terjaga, aku mendapati sisi itu kosong. Hanya ada tumpukan bantal yang agak berantakan, menandakan ada seseorang yang pernah berbaring di atasnya selama beberapa saat. Dia pasti segera menyelinap keluar begitu aku mulai terlelap.
Aku masih berbaring diam tak bergerak selama beberapa menit berikutnya, hanya memandangi langit-langit kamar yang temaram dan mendengarkan suara detik jarum jam yang begitu jelas terdengar di keheningan kamar ini. Beberapa menit lagi berlalu, dan aku mulai merasa bosan. Mungkin tak ada salahnya keluar kamar untuk sekadar mencari suasana lain.
“Kau terbangun lagi?” tanya sebuah suara dari arah ruang duduk, mengejutkanku.
Well, aku tak pernah tahu bagaimana caranya dia bisa mengetahui keberadaanku seperti itu. Dia bahkan tak perlu menolehkan kepalanya dan melihat ke arahku untuk mengetahui bahwa aku berada di ruangan yang sama dengannya. Aku selalu berusaha meyakinkan diriku bahwa hal itu disebabkan karena dia memiliki ikatan batin denganku. Dan aku benar-benar berharap seperti itulah kenyataannya.
Aku tersenyum tipis sebelum berjalan menghampirinya. Dia sedang duduk menghadap perapian, menyandarkan kepalanya di sofa, dan memejamkan matanya rapat-rapat. Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya aku melihatnya dalam posisi seperti itu. Aku bahkan berani bertaruh dengan apa pun dan mengatakan bahwa dia selalu menyendiri di ruangan ini hampir setiap malam. Entah apa yang sedang dipikirkannya, aku tak pernah tahu.
Dia membuka matanya, memandangku dengan mata kelabunya yang tajam. Dan seperti biasanya, aku tak pernah mampu untuk membalas pandangannya itu. Aku duduk di sampingnya sambil menundukkan kepalaku, merasakan pandangan matanya yang mengikuti setiap gerakanku.
“Seharusnya kau tidak terbangun,” katanya tenang.
“Kau tidak ada di sampingku,” jawabku lirih.
Dia menghela napas panjang. “Aku hanya membutuhkan sedikit udara segar.”
Aku tidak menjawab. Dan dia berkata lagi, “Kembalilah tidur, aku akan menyusul sebentar lagi.”
“Kurasa sebaiknya aku menemanimu di sini saja,” kataku dengan nada final.
Dia kembali memandangku, dan kali ini seulas senyum tipis menghiasi wajahnya. Senyum yang kuyakini hanya untukku. Well, dia selalu menyeringai, bukan tersenyum. Jadi aku bisa menganggap bahwa senyumnya itu hanya diberikan untukku.
“Kau tidak perlu melakukan itu,” katanya. “Aku memang sedang ingin menyendiri.”
Aku membalas senyumannya. “Aku berjanji tidak akan mengganggu.”
Dia hanya mengangkat bahunya dan tidak mengatakan apa-apa. Aku menghela napas panjang dan meletakkan kepalaku di bahunya. Dan seperti biasanya, aku bisa merasakan kalau dia sedikit berjengit sebelum dia bisa menguasai dirinya dan mulai membelai rambutku.
“Draco?” panggilku beberapa saat kemudian.
“Hmm?” jawabnya.
“Aku tak pernah mengetahui alasan kenapa kau tak mau lagi tinggal di rumahmu yang dulu.”
“Rumah itu terlalu banyak menyimpan kenangan.”
“Maksudku bu—”
“Aku mengerti maksudmu, dan aku mengatakan yang sebenarnya,” katanya menyela kalimatku.
Aku mengangguk, tak tahu harus mengatakan apa. Dia menghela napas panjang dan mulai berkata dengan nada suara yang entah kenapa selalu membuatku berpikir bahwa dia sedang berbicara dengan orang lain, dan bukannya denganku. Lembut.
Harus kukatakan dengan jujur bahwa sebenarnya aku tak pernah tahu kalau dia bisa berkata dengan nada selain nada mengejek dan mencemooh. Dan senyumnya itu—terkadang aku memiliki pikiran gila bahwa itu bukan untukku, aku masih belum bisa percaya kalau dia mampu tersenyum. Mungkin hal-hal kecil yang tak pernah kuketahui seperti itulah yang membuatku mencintainya. Ya, dengan bangga aku mengatakan bahwa aku mencintainya. Dan dia tahu itu.
“Aku tahu kau tidak sedang membicarakan Malfoy Manor,” katanya dengan pandangan menerawang. “Dan menurutku, rumah itu terlalu kecil jika digunakan sebagai tempat tinggal untukmu.”
“Tapi aku menyukai pemandangan di sekelilingnya, Draco. Lagi pula, kita bisa mengubahnya setiap saat. Masih ada banyak lahan di halaman belakang yang bisa kita gunakan untuk memperluas rumah itu semau kita.”
Dia tidak langsung menjawab kata-kataku tadi, tetapi aku bisa merasakan kalau wajahnya menegang. “Aku tak akan pernah mengubah rumah itu sedikit pun. Dan kita tidak akan pernah tinggal di sana,” katanya serius.
Aku menggigit bibir bawahku. Tak ada gunanya membantah kata-katanya. Dia orang paling keras kepala yang pernah kukenal.
“Sebaiknya kita kembali tidur sekarang, besok pagi aku harus bangun lebih awal,” katanya sambil beranjak bangkit.
“Draco?” panggilku sebelum dia mulai melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan ini.
“Ya?” jawabnya sambil membalikkan tubuhnya untuk memandangku.
“I love you,” kataku.
“I know,” jawabnya singkat sebelum melangkahkan kakinya dan meninggalkanku sendiri di ruang duduk.
-o0o-
Tak ada hal apa pun yang bisa kulakukan saat ini. Dan sungguh, aku benar-benar merasa bosan. Mungkin seharusnya tadi aku menerima undangan Narcissa untuk menemaninya pergi berbelanja. Dan sekarang aku menyesal sudah menolak undangannya tadi.
“Tinky,” panggilku pada salah satu peri-rumah milik kami.
Sedetik kemudian, muncullah seorang peri-rumah yang muncul dengan suara lecutan keras di hadapanku. Dia memakai pakaian putih bersih yang kuingat pernah diberikan oleh Draco beberapa waktu yang lalu. Wajahnya berseri-seri ketika dia menyapaku.
“Anda memanggil Tinky, Mistress?” tanya peri-rumah itu sambil membungkukkan tubuhnya.
“Kau tahu jam berapa Draco pulang?” tanyaku.
“Tidak, Mistress. Master Draco tidak mengatakan apa-apa kepada Tinky ketika Master pergi tadi pagi. Master hanya meminta Tinky untuk tidak membangunkan Mistress yang masih tidur,” jawab peri-rumah itu sambil menggelengkan kepalanya.
Aku mengerutkan dahiku. Seharusnya aku tak perlu heran lagi. Draco memang selalu pergi ketika aku masih tertidur, dan dia tak pernah membangunkanku untuk sekadar mengucapkan ‘bye’. Tak pernah sekali pun. Dan aku selalu berpikir bahwa itu karena dia tidak ingin mengganggu tidurku.
Aku tersenyum. “Baik, Tinky, kembalilah ke dapur.”
“Ada yang ingin Mistress tanyakan lagi pada Tinky?”
“Tidak,” jawabku singkat.
Peri-rumah itu mengangguk, membungkukkan tubuhnya sekali lagi, dan menghilang dengan suara lecutan keras seperti saat dia muncul tadi. Aku menghempaskan tubuhku ke sandaran sofa yang kududuki sejak tadi, berusaha mencari sesuatu untuk mengusir kebosananku.
Percuma saja. Aku semakin merasa bosan. Aku menarik napas panjang, mungkin sebuah buku bacaan bisa sedikit mengalihkan pikiranku. Aku bangkit, menuju ruang kerja Draco. Ada sebuah lemari buku besar tempat dia meletakkan buku-bukunya di sana. Ya, Draco suka membaca. Mungkin itulah sebabnya dia memiliki perpustakaan pribadi di rumahnya yang dulu. Aku mengetahui hal ini karena dia sering menghabiskan waktunya di sana, dan aku sering bertanya-tanya kenapa dia tidak mau memindahkan perpustakaan pribadinya itu ke rumah ini. Maksudku, akan jauh lebih praktis dan lebih efisien kalau dia bisa membaca dengan nyaman tanpa harus pergi ke ujung lain kota ini, kan?
Aku menggelengkan kepalaku. Tanpa sadar aku sudah berada di sudut ruang kerja Draco, di depan lemari buku besar yang kumaksudkan tadi. Aku mengulurkan tanganku untuk membuka pintu lemari itu, dan mulai mencari buku yang kuanggap menarik.
Literatur dan karya sastra. Dua jenis buku yang mendominasi lemari ini.
Aku mengerutkan dahiku. Aku tidak pernah tahu kalau Draco menyukai buku-buku seperti itu. Pandanganku tertuju pada sebuah buku kecil bersampul kulit warna hitam yang berada di sudut lemari. Buku itu berbeda dengan buku-buku lainnya, terlihat lebih kecil dan lebih tipis. Seperti jurnal. Atau mungkin itu memang sebuah jurnal?
Aku mengambil dan memperhatikan sampul kulitnya selama beberapa saat, mempertimbangkan untuk mengembalikannya lagi ke tempatnya semula. Kalau buku ini memang sebuah jurnal, aku tidak memiliki hak sama sekali untuk membukanya, apa lagi membaca isinya. Tetapi rasa ingin tahuku mengalahkan segalanya. Mungkin tidak apa-apa kalau aku membacanya sedikit, pikirku.
Aku menarik napas panjang sebelum membuka halaman pertama buku itu. Kosong.
Aku membuka halaman berikutnya, dan hanya lembaran putih bersih yang kulihat di sana. Begitu seterusnya, dan masih saja tak ada kata atau kalimat yang kutemukan, bahkan satu huruf pun tak ada sama sekali. Hingga halaman terakhir.
Satu halaman yang hanya berisi beberapa kalimat, beberapa baris, dan bahkan tidak memenuhi setengah halaman kertas putih itu. Tetapi cukup untuk membuatku mengerti. Sangat cukup untuk membuatku sadar. Benar-benar cukup untuk menjawab semua pertanyaan yang ada di benakku selama ini. Dan lebih dari cukup untuk membuat cairan bening yang hampir tak pernah keluar dari kelopak mataku kini mengalir deras membasahi pipiku.
Sekarang aku mengerti. Aku, Astoria Greengrass-Malfoy, seorang wanita terpandang, seorang bangsawan darah-murni—baru saja menyadari bahwa aku tak akan pernah memiliki hati seorang Draco Malfoy. Karena betapa pun kerasnya aku berusaha untuk menjadi yang terbaik baginya, aku sadar sepenuhnya bahwa aku tak akan pernah bisa menggantikan posisi seorang Hermione Granger.
- END -
Kiriman : @Rheatitan
NB : kasih komentar kamu tentang pendapatmu mengenai fanfic ini yaa... oya, jangan lupa follow @HogwartsMember!
Label: Astoria, Draco Malfoy, Fan Fiction, Hermione Granger
Di buku Harry Potter and The Deathly Hallows bagian terakhir ada epilog yang judulnya "Sembilan Belas Tahun Kemudian". Author langsung aja baca yang itu...hehehe. Buat kalian yang gak punya bukunya dan pengen baca, nih Author kasihtau. Cuman gak bisa persis kayak dibukunya ya, Author capek ngetiknya. Jadi yang ini udah diringkas...
Sembilan belas tahun kemudian, Harry telah menikah dengan Ginny Weasley, dan mereka memiliki tiga anak bernama James Sirius, Albus Severus, dan Lily Luna. Ron dan Hermione juga menikah dan memiliki dua anak, Rose dan Hugo. Keluarga-keluarga itu bertemu di Stasiun King's Cross, di mana Albus akan memasuki tahun pertamanya bersekolah di Hogwarts. James, anak pertama mereka, sudah bersekolah di Hogwarts, sementara Lily baru akan masuk ke Hogwarts dua tahun kemudian.
Anak baptis Harry yang berumur sembilan belas tahun, Teddy Lupin, ditemukan berpapasan dengan Victoire Weasley (putri Bill dan Fleur) di salah satu kompartemen kereta. Teddy tampaknya sangat dekat dengan keluarga Potter, dengan perkataan Harry, "Ia sudah datang untuk makan malam bersama empat kali seminggu."
Harry juga melihat Draco Malfoy dan istrinya bersama putra mereka, Scorpius. Malfoy menganggukkan kepala singkat ke Harry, kemudian pergi.
Harry menenangkan Albus, yang khawatir akan masuk ke Slytherin. memberitahu bahwa Severus Snape, dari mana nama Severus diambil, adalah seorang Slytherin dan ia adalah orang yang paling berani yang pernah ditemuinya. Harry juga membocorkan bahwa Topi Seleksi akan mengikuti pilihan seseorang.
Neville Longbottom telah menjadi guru Herbologi dan berteman baik dengan Harry.
Buku ini diakhiri dengan pengungkapan bahwa bekas luka Harry tidak pernah sakit lagi selama sembilan belas tahun sejak Pangeran Kegelapan dikalahkan, dan semuanya berjalan dengan baik.
O.o ... kayaknya filmnya bagus banget deh, kalo ceritanya udah keren banget gitu...
NB : give a comment, please!
Pasti semuanya udah gak sabar mau baca jadi daripada kalian lama-lama dengerin bacotan Author yang gak akan ada abisnya, langsung cekidot aja ya yang dibawah ini
Ron dan Hermione adalah dua manusia yang mempunyai sifat yang saling bertolak belakang. Ron adalah tipe pria yang kocak tetapi tidak dewasa dalam mengendalikan emosi. Dia tipe orang yang sinis dan candaannya cenderung menyakitkan hati.
Lain Ron, lain pula Hermione. Dia wanita cerdas dan rajin juga tipe wanita yang lembut. Tapi dia tidak mudah diajak bercanda dan hampir selalu serius. Sekilas, keduanya tampak bagaikan air dan minyak yang sulit bercampur, tapi itu salah besar. Perbedaan karakter diantara mereka bukanlah penghalang hubungan mereka, justru perbedaan mereka membuat mereka saling membutuhkan satu sama lain.
Bagaimana hubungan cinta mereka bisa terjalin? Berikut adalah kisah-kisah yang telah mereka rangkai selama 7 tahun ajaran Hogwarts :
Tahun Pertama (1991-1992)
Ron (juga Harry) bertemu Hermione saat berada di sebuah Kompartemen di Hogwarts Express. Awal pertemuan mereka agak kurang menyenangkan karena Hermione mengomentari Ron membuatnya sedikit tersinggung. Di Hogwarts, Ron dan Hermione juga belum akur dan puncaknya Ron mengkritik Hermione sehingga Hermione menangis didalam toilet, tepat dimalam dimana Troll membuat kekacauan. Sialnya, Troll menuju ke toilet tempar Hermione menangis. Harry dan Ron yang menyadari hal itu segera menuju toilet tersebut dan membantu menyelamatkan Hermione. Hermione kemudian berbohong kepada Prof McGonagall dengan mengatakan bahwa mereka berusaha menolongnya karena Hermione mau melawan sendiri Troll tersebut. Semenjak itu, mereka bertiga menjadi teman akrab.
Tahun Kedua (1993-1993)
Ditahun ini, Ron dan Hermione dalam beberapa kesempatan selalu berdua. Tapi, tetap saja mereka masih suka bertengkar. Meskipun begitu, Ron membela Hermione sewaktu Draco Malfoy menghina Hermione dengan sebutan “Darah Lumpur Kotor”. Akibatnya, Ron terkena mantra yang berbalik dari tongkat sihirnya yang patah, membuatnya memuntahkan siput. Ron juga terkejut saat Hermione membatu dan terlihat antusias saat Dumbledore mengatakan semua korban akan disembuhkan dengan bertanya apakah Hermione juga akan sembuh.
Tahun Ketiga (1993-1994)
Tahun ini pertengkaran mereka lebih parah lagi. Keduanya bertengkar soal Grim, Scabbers yang dituduh Ron telah dimakan Crookshanks, dll. Meskipun begitu, Ron membela Hermione saat Snape menyebutnya Sok Tahu dan juga memeluk Hermione (dengan sedikit canggung).
Tahun Keempat (1994-1995)
Konflik makin parah. Ron cemburu pada Hermione karena dia pergi ke Yule Ball bersama wakil Triwizard dari Durmstrang, Viktor Krum. Usai Yule Ball, Ron dan Hermione bertengkar. Meskipun begitu, mereka akhirnya baikkan. Ron sempat kesal sewaktu Hermione bercerita kalau Viktor Krum mengundangnya berlibur musim panas. Ron juga gusar waktu Krum memanggil Hermione untuk berbicara berdua saja, padahal Ron tengah berada disitu.
Tahun Kelima (1995-1996)
Masih ada beberapa pertengkaran kecil, tapi Ron dan Hermione semakin dekat kerena mereka sama-sma terpilih menjadi prefek. Hal ini membuat mereka semakin sering menghabiskan waktu berdua saja tanpa Harry. Hermione juga sempat mencium Ron hingga membua Ron kelabakan.
Tahun Keenam (1996-1997)
Kini giliran Hermione yang cemburu karena Ron pacaran dengan Lavender Brown. Biarpun begitu, Ron juga cemburu pada Cormac McLaggen yang suka dengan Hermione. Sebelumnya Hermione ingin mengajak Ron kepesta Slughorn tapi kerena Ron yang cemburu, akhirnya Hermione mengajak Cormac agar membuat Ron kesal. Tapi Hermione kena sial karena Cormac bersikpa tidak Gentlemen menurutnya dan dia menyesal tidak mengajak Zacharias Smith kerena terlalu semangat ingin membuat Ron cemburu. Hal ini membuat Harry sedikit jijik. Saat Ron keracunan, Hermione menangisinya. Saat Ron sadar, kata pertama yang diucapkannya adalah ‘Er-may-ni!!’ Secara sepontan Ron juga mengatakan I Love U, Hermione’, membuat pipi Hermione bersemu merah. Padahal, saat itu Ron belum putus dari Lavender. Setelah Ron putus dengan Lavender, hubungan Ron dan Hermione pun semakin dekat.
Tahun Ketujuh (1997-1998)
Hubungan Ron-Hermione semakin dekat. Saat di Grimmauld Place, mereka tidur sambil berpegangan tangan. Tapi, persahabatan yang terlalu dekat antara Harry dan Hermione sempat membuat Ron cemburu berat, sampai Ron meninggalkan mereka. Kepergian Ron membuat Hermione sedih dan sering menangis. Pada akhirnya Ron kembali pada mereka, meskipun sempat di caci maki Hermione, tapi lama-kelamaan mereka hubungan mereka kembali membaik dan bersama-sama, mereka membantu Harry menghancurkan Horcrux. Saat pertempuran Hogwarts, mereka sempat berciuman dengan penuh nafsu (Hermione yang memulai ciuman ini). Pada akhirnya, keduanya menikah dan mempunya dua orang anak, Rose dan Hugo.
Sungguh menarik kisah cinta Ron dan Hermione, penuh problem, tapi semua bisa terselesaikan dengan baik. Kekurangan pasangan mereka masing-masing ditutupi oleh kelebihan mereka sendiri. Nah, setelah membaca Pantauan Potter ini, kenapa kalian tidak coba tanyai kedua orangtua kalian? Siapa tahu mereka punya kisah yang lebih Romantis ketimbang Ron-Hermione……. Author saranin, lebih baik jangan!
NB : Don't forget to give your comment!
Label: Dunia Sihir, Harry Potter, Hermione Granger, Hogwarts, Ron Weasley
Yup, seperti judulnya Author mau ngejelasin tentang Horcrux. Horcrux untuk pertama kalinya diungkapkan dalam seri keenam, Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran. Horcrux-horcrux tersebut telah ditampilkan di seri-seri sebelumnya walaupun tidak pernah diidentifikasikan sebagai horcrux. Guru Ramuan Horace Slughorn lah yang menjelaskan tentanng Horcrux-Horcrux ini. Horcrux adalah fokus utama dalam buku terakhir dari seri ini, Harry Potter dan Relikui Kematian.
Kalo arti Horcrux sendiri itu sih... suatu wadah di mana seorang Penyihir Hitam menyembunyikan bagian dari jiwanya untuk tujuan mencapai keabadian.Dengan sebagian jiwa yang disimpan, seorang penyihir memiliki hidup yang sangat panjang selama selama horcrux itu tetap utuh, biasanya disimpan di tempat yang aman. Jika tubuh si penyihir hancur, bagian dari jiwa itu tetap terpelihara di dalam horcrux tersebut. Namun demikian, hancurnya tubuh si pembuat Horcrux akan menyebabkan penyihir itu dalam kondisi "setengah-hidup" karena mereka kehilangan bentuk jasmani. Sihir hitam yang diperlukan untuk menciptakan sebuah horcrux dianggap sebagai sihir keji yang sangat tercela sehingga jarang sekali dipublikasikan, bahkan di buku-buku Ilmu Hitam.
Horcrux dapat dibuat dari benda biasa, termasuk organisme hidup. Kehancuran benda horcrux akan menghancurkan juga bagian jiwa yang disimpan di dalamnya, mengakhiri perlindungannya, dan mengembalikan si pembuat ke keadaan dapat mati, kecuali tentu saja, jika si pembuat memiliki horcrux lainnya. Penghancuran suatu benda horcrux memerlukan benda sihir yang kuat yang menyebabkan horcrux itu tidak dapat memperbaiki dirinya sendiri, misalnya dengan mempergunakan bisa basilisk atau kutukan api. Jika seorang penyihir telah membuat lebih dari satu horcrux, ia akan tetap dalam keadaan tidak dapat mati hingga semua horcrux itu dihancurkan. Tanpa horcrux, si penyihir akan mati secara normal jika terluka.
Lord Voldemort adalah satu-satunya penyihir yang secara eksplisit disebutkan telah membuat horcrux (walaupun ada juga penyihir yang telah membuatnya juga), dan merupakan satu-satunya penyihir yang diketahui pernah menciptakan lebih dari satu.
![]() |
| Voldemort Horcrux |
Horcrux Voldemort :
1. Catatan Harian Tom Riddle
- Dibuat dengan kematian : Myrtle Merana
- Tempat disembunyikan : Dalam pemeliharaan Lucius Malfoy
- Dihancurkan oleh : Harry Potter
- Dihancurkan menggunakan : Taring basilisk
- Catatan : Lucius Malfoy memberikan catatan ini kepada Ginny Weasley tanpa menyadari kalau benda ini adalah sebuah horcrux
2. Cincin Marvolo Gaunt / Batu Kebangkitan
- Dibuat dengan kematian : Tom Riddle Senior
- Tempat disembunyikan : Pondok Gaunt
- Dihancurkan oleh : Albus Dumbledore
- Dihancurkan menggunakan : Pedang Gryffindor
- Catatan : Voldemort membuat horcrux ini tanpa menyadari bahwa benda tersebut adalah salah satu dari Relikui Kematian
3. Liontin Salazar Slytherin
- Dibuat dengan kematian : Seorang gelandangan Muggle
- Tempat disembunyikan : Goa Horcrux, kemudian di pindahkan ke 12 Grimmauld Place, kemudian dicuri oleh Mundungus Fletcher yang memberikan ke Dolores Umbridge sebagai sogokan
- Dihancurkan oleh : Ron Weasley
- Dihancurkan menggunakan : Pedang Gryffindor
- Catatan : Dicuri dari Hepzibah Smith yang juga memiliki Piala Hufflepuff. Diambil dari gua pinggir laut pertama kalinya oleh Regulus Black dan Kreacher
4. Piala Helga Hufflepuff
- Dibuat dengan kematian : Hepzibah Smith
- Tempat disembunyikan : Bank Gringotts, dalam lemari besi Bellatrix Lestrange
- Dihancurkan oleh : Hermione Granger
- Dihancurkan menggunakan : Taring Basilisk
- Catatan : Dicuri dari Hepzibah Smith yang juga memiliki liontin Slytherin
5. Mahkota Rowena Ravenclaw
- Dibuat dengan kematian : Seorang petani Albania
- Tempat disembunyikan : Kamar Kebutuhan di Hogwarts
- Dihancurkan oleh : Vincent Crabbe
- Dihancurkan menggunakan : Mantera Fiendfyre
- Catatan : Dicuri oleh putri tunggal Rowena Ravenclaw dan menyembunyikannya di Albania. Belakangan dipindahkan ke Kamar Kebutuhan oleh Voldemort. Hancur secara tidak sengaja
6. Harry Potter
- Dibuat dengan kematian : Lily Potter
- Tempat Disembunyikan : Tidak ada
- Dihancurkan oleh : Lord Voldemort
- Dihancurkan menggunakan : Kutukan Pembunuh
- Catatan : Ketika kutukan pembunuhnya berbalik, ada bagian dari jiwa Voldemort yang masuk ke kehidupan terdekat, Harry Potter. Meskipun ada spekulasi mengenai peranan Lily Potter dalam kejadian Harry menjadi horcrux ini, tapi tidak ada bukti bahwa kematian Lily ada hubungannya
7. Nagini
- Dibuat dengan kematian : Bertha Jorkins
- Tempat Disembunyikan : Tidak ada
- Dihancurkan oleh : Neville Longbottom
- Dihancurkan menggunakan : Pedang Gryffindor
- Catatan : Dumbledore mempercayai bahwa horcrux ini dibuat dengan kematian Frank Bryce, tapi J. K. Rowling menyatakan bahwa horcrux ini telah dibuat sebelumnya dengan kematian Bertha Jorkins
Yup, itu dia all about Horcrux. Yang Author bingungin ntar cerita terakhirnya gimana?? kenapa Harry Potter ikutan jadi Horcrux?? Trus, ntar dia mati gak sih.. katanya Voldemort udah bunuh Harry pake Kutukan Pembunuh...?? Nah lho jadi bingung. So, jangan lewatkan ya Harry Potter and The Deathly Hallows part 2 di bioskop Coming Soon!
NB : please give a comment!
Sekilas Tentang Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2
0 komentar Diposting oleh Author di 23.53Sebenernya Author mau ngasihtau sedikit cerita tentang Harry Potter and The Deathly Hallows part 2 nih. Buat semua fans Harry Potter di Indonesia yang masih agak sedih meskipun Harry Potter udah boleh tayang di Indonesia tapi masih harus nunggu 2 minggu lagi. Author juga kesel sih, tapi biar tahu sedikit ceritanya, baca aja yang dibawah ini.
Kalo kamu udah menonton tujuh film sebelumnya, sekarang kamu akan menyaksikan bahwa dalam Harry Potter dan Deathly Hallows Bagian 2 ini, hampir setiap adegan memiliki alur cerita yang berkaitan dengan kejadian di masa lalu.
Melanjutkan part sebelumnya, film ini masih berkisah tentang pencarian dan penghancuran Horcrux milik Voldermort, namun kali ini lebih menegangkan lagi!
Si cerdas Hermione menyamar sebagai Bellatrix Lestrange dibantu seorang kurcaci bernama Griphook. Mereka mencoba mengambil Horcrux berupa Piala piala Hufflepuff yang diketahui berada di salah satu brankas milik bellatrix di Bank Gingrott’s, namun sialnya kurcaci tersebut malah berbalik menghianati mereka dan mencuri pedang Godric Griffindor.
Cerita pun berlanjut di mana Harry terus mendapat penglihatan-penglihatan dari pikiran Voldermort, hingga mereka akhirnya mengetahui bahwa Horcrux terakhir berada di Hogwarts. Mereka pun berusaha masuk ke sekolah mereka yang telah dikuasai oleh Severus Snape ini dan menemukan di mana Mahkota Ravenclaw ini disembunyikan!
Akhir film ini menjadi penuh tanda Tanya bangeet... Siapa yang tinggal, siapa yang meninggal, dan siapa yang bakal muncul sebagai pahlawan, semuanya nggak disangka-sangka! Berbagai pertanyaan penting tersebut hanya akan terjawab di bagian akhir film ini….
Buat penggemar HarPot diseluruh Indonesia yang udah beli bukunya dan udah dibaca pasti udah tau siapa yang menang, siapa yang meninggal, siapa yang jadi pahlawan... tapi kalo nggak puas jangan lewatkan ya Harry Potter and The Deathly Hallows di Cinema 21 hanya 2 minggu lagi...!!
Wait for me Harry!
But, after that,
Goodbye Harry Potter! I will miss you so much forever and ever...
NB : kasih komentar yaa!
Label: Harry Potter, Hermione Granger, Hogwarts, Horcrux, Ron Weasley, Voldemort
Di hogwarts terdapat sebuah hutan yang dinamakan Hutan Terlarang. Konon, hutan ini mempunyai banyak misteri. Murid-murid Hogwarts tidak dibolehkan pergi kesini kecuali saat pelajaran Pemeliharaan Satwa Gaib yang diajar oleh Hagrid. Tempat ini dijadikan tempat pelajaran Pemeliharaan Satwa Gaib karena banyak hewan-hewan gaib disana. Seperti manusia serigala dan Unicorn. Suasana hutan ini pun sangat membuat kita merinding. Namun, ada juga yang tidak takut pada hutan ini yaitu Hagrid. Ia tinggal di pondok papan dipinggir hutan. Ia dan Fang (anjing raksasanya) sudah sering masuk ke hutan dan menghadapi bahaya.
Manusia serigala adalah makhluk yang merupakan transformasi dari manusia. Ada yang mengatakan ini hanya mitos, tapi berdasarkan laporan memang benar ada manusia serigala. Tiga penyebabnya adalah : karena keturunan dari nenek moyang, halusinasi, atau dari gigitan manusia serigala lainnya. Saat menjadi manusia serigala kita akan dapat dorongan untuk memangsa manusia dan hewan.













































