Blogger Template by Blogcrowds

Welcome to "Potterheads INDO!"

Get Gifs at CodemySpace.com

Aturan Berkunjung di "Potterheads INDO"

Untuk kalian para Wizard / Witch yang mau lanjut baca di blog ini :

1. ATURAN TERPENTING : Seorang Penyihir.
2. Dilarang menyebarkan hoax dan saling mengejek.
3. Dilarang menyebarkan virus pertengkaran karena perbedaan pandang pada salah satu karakter.
4. Jika kalian punya kritik / saran yang akan membuat blog ini lebih bagus lagi, kirim ke potterheadsindo@gmail.com. Semua email akan di pertimbangkan :)
5. Berkomentar dengan bahasa yang sopan, baik dan sesuai dengan topik.

Nah, kalian harus mematuhi peraturan ini kalau tidak mau dicap Squib / Muggle! hahaha... enjoy it...!
Tampilkan postingan dengan label Draco Malfoy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Draco Malfoy. Tampilkan semua postingan

Muggles

Muggles merupakan sebutan untuk orang-orang biasa yang tidak memiliki kemampuan sihir dan tidak terlahir ataupun berhubungan dengan dunia sihir. Kata ini pertama kali muncul pada bab pertama Harry Potter and The Sorcerer's Stone pada saat seorang laki-laki kecil memanggil Paman Vernon dengan sebutan ini. Kata ini memiliki pengertian yang berbeda dengan Squib, yaitu orang yang terlahir dari keluarga penyihir, tapi tidak memiliki kekuatan sihir. Salah satu contoh squib adalah Argus Filch (penjaga sekolah Hogwarts) dan Arabella Figg, tetangga Harry yang tinggal di Little Whinging.
Namun terkadang ada muggle yang menikah dengan penyihir. Anak mereka nantinya akan dipanggil dengan sebutan half blood atau darah campuran. Salah satu contoh adalah Lord Voldemort. Di dunia sihir, half blood masih dapat diterima di kalangan penyihir meskipun kedudukan mereka tidak setinggi pure blood atau darah murni, yaitu penyihir yang kedua orang tuanya adalah penyihir. Mungkin, kedudukan yang dianggap paling rendah dalam 'kasta' dunia sihir adalah mud-blood atau darah lumpur. Kata ini merupakan sebutan untuk para penyihir yang kedua orang tuanya bukanlah penyihir. Hermione Granger merupakan mud-blood yang paling sering dihina Draco Malfoy karena darahnya ini.
Lord Voldemort dan para pengikutnya merupakan para penyihir yang paling menentang kesetaraan antara penyihir dengan muggles. Menurut mereka, kedudukan penyihir jauh diatas muggles ataupun mud-bloods. Pada saat Lord Voldemort berhasil menguasai Kementerian Sihir, ia bahkan memerintahkan untuk mendata dan menyidang setiap mud-blood melalui Dolores Umbridge, memastikan bahwa mereka memang pantas dihukum dengan tuduhan merebut tongkat sihir yang tidak seharusnya mereka miliki.
Akan tetapi, tidak semua muggles buta tentang keberadaan dunia sihir. Orang-orang yang beranakkan atau bersaudarakan penyihir, seperti orang tua Hermione atau keluarga Dursley, tahu mengenai dunia ini meskipun selalu menolak untuk terlibat. Selain itu, Perdana Menteri Inggris pun juga selalu mendapat laporan berkala dari Perdana Menteri Sihir mengenai apa yang terjadi di dunia tersebut. Laporan tersebut hanya disampaikan apabila ada kejadian di dunia sihir yang dapat mempengaruhi dunia muggle.

Sebelum sibuk promo Harry Potter and the Deadly Hallow 1 beberapa waktu lalu, Tom memutuskan buat road trip di Amrik bersama beberapa temannya. Dalam perjalanan di bulan Mei itu, Tom sepat melewati Route 66 jalanan panjang yang sangat terkenal di Amrik. Dia juga sempat mampir ke Las Vegas.
"Las Vegas seru banget! Aku sempat nonton pertunjukan teater musikal (beatles)LOVE dan enggak sabar buat balik lagi dan nonton lagi," cerita Tom.

Sebelumnya, Tom juga sempat mampir ke Australia untuk menghadiri Supanova Pop Culture Expo. Katanya Tom sempet takut banget buat datang ke benua kangguru itu.

"Soalnya beberapa tahun yang lalu saudaraku travelling ke Australia dan dia enggak pernah balik lagi ke Inggris. Dia suka banget Australia dan jadi tinggal di sini. Jadi aku takut kalau aku malah betah dan enggak mau pulang lagi, he he," kata Tom.

Felton's Music

Tom sempat disangka mau ganti profesi gara-gara semakin menunjukkan bakat musiknya, "Sama-sekali enggak. Musik selalu jadi passion-ku. Sudah lama aku nulis dan upload lagu-lagu yang aku rekam di kamar tidurku. Cuma, sekarang aku dapat kesempatan buat bikin lagu yang lebih bagus. Lewat label rekaman independen yang aku bentuk bareng teman-teman, kami bisa bantu musisi muda dengan harga yang murah," kata Tom soal musik dan labelnya Six Strings Productions.

Malah Tom  baru selesai syuting beberapa film baru From the Rough, The Apparition dan Rise of the Planets of the Apes. Tom bilang, suatu hari dia pengin main film bareng Daniel Radclife lagi. Mereka berdua bikin perjanjian soal ini. Katanya, Tom harus mainin peran pahlawannya sementara Dan jadi musuhnya. Kalau soal peran impian sih, pilihan Tom jatuh ke agen Inggris super charming, James Bond.





Sumber : http://www.kawankumagz.com

Funny Photo : Super-Potter

Hello Wizards..! have a nice day??

Udah lama nih, Author gak update di Blog Hoggy. Sorry ya, terutama yang merindukan Author.. #plak #ngek #najis. Kemaren, Author iseng-iseng browsing di internet, eeh.. nemu foto-foto yang pastinya bikin kalian ngakak!

 Yang ini Kibum Super Junior jadi Harry Potter

 Yang ini Heechul Super Junior jadi Fleur Delacour

 Yang ini Donghae Super Junior jadi Ginny Weasley

Yang ini klo gak salah Eunhyuk Super Junior jadi Cho Chang. Gatau juga deh Author

Yang ini Hangeng Super Junior jadi Tom Felton

Yang ini Kyuhyun klo gak salah jadi Ron Weasley

Nah, klo yang ini Leeteuk sama Kangin jadi Mrs. dan Mr. Weasley

 Yang ini Siwon Super Junior jadi Cedric Diggory. Mirip juga ya??

Nah, gimana, ngakak berapa jam tadi?? wkwkwkw... yang mana yang paling mirip menurut kalian? Kasih nilai juga ya! wkwkwkwk...
Sayangnya, Author lupa dapet foto ini di blog apa namanya.. hehehe cari aja sendiri! :p

NB : kasih komentar, oke?! 'n follow @HogwartsMember.

Hello wizards and hogwarts student!! Author lagi hepi nih, soalnya mau ngadain "Pemilihan Logo Hogwarts School & @HogwartsMember". Semuanya dah pada tau kan, Hogwarts School itu blognya (ini), @HogwartsMember itu username kami di Twitter. Oke, yang mau milih logonya, baca petunjuknya dulu ya... ^^

Petunjuk Pemilihan Logo :
1. Pilihlah Logo yang paling kamu sukai (tiap orang hanya boleh memilih 2 logo).
2. Kasitau juga Logo yang kamu pilih untuk Twitter atau lebih cocok untuk Blog.
3. Cara mengirim jawaban bisa lewat komentar / di Twitter.
4. Jawabnya pake nomor ya...

Pilihan logo :

1.

2.

3.

4.
5.

6.

Logo yang terpilih akan diumumkan hari Minggu minggu depan. Sementara Pemilihan Logo ditutup hari Sabtu minggu depan. Pilih ya, Hogwarts Student! Author menghargaimu...

NB : kasih komentar yaa...

Anak-Anak baru...

1. Scorpius Hyperion Malfoy
Scorpius Malfoy adalah putra dari Draco Malfoy dan Astoria Greengrass. Scorpius juga adalah cucu laki-laki dari Lucius Malfoy dan istrinya Narcissa Malfoy (terlahir Black).
Scorpius ditampilkan pertama kali dalam epilog buku novel terakhir penulis Inggris J.K Rowling pada 19 tahun kemudian setelah pertempuran di Hogwarts yang akan memulai tahun pertamanya.


Di foto ini terlihat jelas wajah Draco yang berjenggot dan tampak stress. Dan juga wajah Scorpius seperti baru masuk ke alam lain dan melihat sekeliling.












2. Rose Weasley
Rose Weasley adalah anak pertama dari pasangan Ron dan Hermione. Ia mempunyai seorang adik laki-laki yang namanya Hugo Weasley.

Ini adalah foto Rose saat hendak ke Hogwarts di Hogwarts Express.











3. Hugo Weasley
Hugo Weasley yang biasa dipanggil Hugo adalah anak kedua dari pasangan Ron dan Hermione. Ia seangkatan dengan Lily, anak Harry dan Ginny.

Hugo tampak sangat mirip dengan ayahnya, Ron.















4. Albus Severus Potter
Albus adalah anak kedua dari pasangan Harry dan Ginny. Ginny dan Harry sepakat menamainya "Albus Severus Potter" karena berasal dari 2 nama orang terhebat yang pernah mereka temui. Albus Dumbledore dan Severus Snape.

Albus saat pertama kali datang ke Hogarts.
















5. James Sirius Potter
James adalah putra pertama Harry dan Ginny. Ia sudah terlebih dulu sekolah di Hogwarts dibanding Albus. Ia memiliki sifat jahil dan usil, tapi sebenarnya baik. Ia juga mahir bermain Quidditch, diatas Firebolt warisan ayahnya.

James menemani adik-adiknya ke stasiun King Cross.











5. Lily Luna Potter
Lily adalah anak bungsu. Ia lahir antara 1 September 2007 and 31 August 2008. Rambutnya mewarisi Ginny, merah kecoklatan. Kayaknya dia pendiam.

Sebenarnya Lily itu cukup cantik di tahun pertamanya di Hogwarts. Rambutnya panjang dan indah.









Yup, itu dia tadi anak-anak baru yang 'MUNCUL' di Hogwarts dan serial Harry Potter. Yang udah nonton HPDH2 pastinya udah lihat mereka kan??
NB : jangan lupa kasih komentar ya, please!

Berperan sebagai Harry Potter selama sepuluh tahun tentu meninggalkan kenangan tersendiri buat Daniel Radcliffe.  Ada yang memalukan, tak terlupakan hingga bikin kita ikut terharu.

1st time
"Waktu pertama kali terpilih aku senang karena aku bisa enggak sekolah dan punya banyak waktu di tempat syuting. Aku sangat menikmati pengalamanku sebelumnya (di miniseri BBC) David Copperfield. Jadi bukan karena fenomena Harry Potter seperti anak-anak lainnya. Efek terpilih jadi Harry enggak kerasa waktu itu."

Penampilan terbaik
"Menurut aku penampilan terbaik dan paling menyentuh adalah Alan Rickman (yang berperan sebagai Snape). Aku udah sering bilang ini di setiap interview, tapi aktingnya disini emang luar biasa. Aku rasa dia harus dapat nominasi sebagai peran pendukung terbaik. Aktingnya sangat menyentuh, bikin sedih tapi juga indah.  I'm really thrilled to have shared the screen with him."

Mantra paling berkesan
"Alohomora, untuk membuka pintu. Ini mantra cuma ada di film Harry Potter pertama. Setelah film keempat kita lebih sering memakai mantra Expelliarmus dan Stupefy."

Aktor favorit
"Gary Oldman. He's great. Imelda Staunton (yang berperan sebagai Dolores Umbridge) dan David Yates (sutradara HPDH part 1&2) juga hebat. Mereka jadi inspirasi aku. Tapi aku paling suka Gary . Ketika dia berakting dia sangat fokus, penuh semangat tapi juga santai."

Kebodohan di tempat syuting
"Waah ada beberapa. Aku kadang suka enggak konsentrasi atau ketawa kebanyakan, apalagi di awal-awal film. Aku juga ingat waktu pertama syuting  (Prisoner of Azkaban) dengan Gary (yang jadi Sirius). Aku terobsesi sama dia dan mulai mengikuti apa yang dia lakukan. Dia suka berekperimen dalam adegan dan mencoba berbagai tehnik. Keesokan harinya Alfonso (sutradara) mendatangi aku dan bilang 'Dan, kamu masih 14 tahun, kamu bukan Gary. Bagus kok kamu mengagumi dia, tapi berhentilah meniru dia' Saat itu aku merasa bego banget!"

Lokasi paling berat
"Di Scotland untuk The Prisoner of Azkaban. Di Glenfinnan Viaduct - Fort William.  Rencananya kita disana sekitar dua minggu tapi molor hingga lima minggu karena kendala cuaca. Kadang cuaca begitu terik dan itu enggak cocok dengan syuting sebelumnya yang dilakukan saat hujan. Tom Felton  lebih sial lagi. Dia harusnya disana cuma empat hari dan terpaksa disitu terus sampai tiga minggu!"

Bad hair movie
"Aku benci banget rambutku di Harry Potter and Goble of Fire. I will never do that again. Sebenarnya itu enggak sengaja. Kita diminta enggak memotong rambut selama musim panas. Lalu Mike Newel (sutradara) ngeliat dan bilang 'oh kayak gitu juga bagus'. Rambut Rupert sepanjang itu juga kan?'  Rambut kita waktu itu emang udah gondrong banget tapi Mike tetap bilang 'that's wonderfull' So we were stuck with it. Awful.'"

Seri Harry Potter favorit
"Aku paling suka buku ke tujuh (Harry Potter and The Deathly Hallows). Buku itu rilis dua hari sebelum ulang tahunku yang ke 18. Aku sampai membacanya di tengah pertandingan kriket. Aku  kan selalu nonton kriket untuk merayakan ulang tahunku. Aku sempat enggak baca selama dua hari sementara orang lain udah selesai baca. Aku sampai minta orang-orang jangan ngebocorin ending-nya.  Akhirnya, aku ingat banget, aku menyelesaikan buku itu di pesawat. "

Harry potter adalah...
"Buat aku Harry bukan sekadar karakter.  It's a wonderful thing that happened to my life. Dia memberikan aku banyak hal, aku enggak mungkin bisa melakukan itu sendiri. Diluar orang tua dan Jo Rowling, Harry memberikan pengaruh besar dalam hidupku. I've been lucky to have it, and I'll be sad to leave it." Dan, kita jadi pingin ikut nangis. Hiks.



 So, itu dia...

NB : please give a comment!

Chibi Harry Potter

Gambar Chibi Harry Potter :









Sumber : Google --> Chibi Harry Potter --> Gambar

NB : kasih komentar! kalo gak, Avada Kedavra!

- BOYS

Aberforth, Bhs.Scotland “Di Mulut Sungai Forth” (adik Dumbledore)
Alastor, Yunani “Pembalas” (Alastor Mad-Eye Moody-anggota Orde Phoenix)
Albus, Latin “Putih” (Albus Dumbledore, kepala Sekolah)
Amos, Ibrani “Beban”
Argus, Denmark “Waspada” (Argus Filch, penjaga Hogwart)
Armando, Spanyol “Tentara” (Armando Dippet)
Arthur, Inggris “Mulia, Berani” (Arthur Weasley)
Avery, Inggris) “Kebangsawanan” (pelahap maut)
Bertie, Perancis bentuk singkat dari Bertrand “Cerdas” (Bertie Bott, kacang segala rasa)
Bill, Inggris, bentuk singkat dari William “Pelindung Tangguh” (Bill Weasley)
Cedric, Inggris “Pemimpin Perang” (Cedric Diggory, Prefek Hufflepuff)
Charlie, Inggris bentuk singkat dari Charles “Pria” (Charlie Weasley)
Colin, Skotlandia “Anak Anjing Muda” (Colin Creevey, anak Gryffindor)
Cornelius, Latin “Tanduk” (Cornelius Fudge, Menteri Sihir)
Cuthbert, Inggris “Terkenal, Cemerlang” (Cutbert Binns, hantu guru Sejarah Sihir)
Dean, Latin “Pemimpin” (Dean Thomas, anak Gryffindor)
Dennis, Yunani “Pengikut Dewa Dionysius” (Dennis Creevey, anggota Laskar Dumbledore)
Draco, Latin “Naga” (Draco Malfoy)
Dudley, Inggris “Dari Padang Rumput Rakyat” (Dudley Dursley, sepupu Harry Potter)
Edgar, Inggris “Penombak yang Beruntung” (Edgar Bones)
Ernie, Inggris bentuk singkat dari Ernest “Teguh, Serius” (Ernie Macmillan, Prefek Hufflepuff)
Filius, Latin “Anak Laki-laki” (Filius Flitwick, guru Mantera, kepala asrama Ravenclaw)
Frank, Inggris “Tuan Tanah yang Merdeka” (Frank Longbottom, ayah Neville Longbottom)
Fred, Perancis, bentuk singkat dari Frederic “Pemimpin Damai” (Fred Weasley)
Gellert, Hungaria “Berani dengan Tombak” (Gellert Grindelwald, penyihir hitam sahabat Dumbledore.
George, Yunani “Petani” (George Weasley)
Gilderoy, Perancis “Berbakti kepada Sang Raja” (Gilderoy Lockhart, penulis selebriti guru Pertahanan terhadap Ilmu Hitam di Hogwarts)
Godric, Anglo-Saxon “Memerintah Bersama Tuhan” (Godric Gryffindor, salah satu pendiri Hogwarts)
Gregory, Inggris “Pengamat” (Gregory Goyle, sahabat Draco Malfoy)
Harry, Inggris bentuk singkat dari Harold “Pemimpin Pasukan” (Harry Potter)
Horace, Latin “Penjaga Waktu” (Horace Slughorn, guru Ramuan dan kepala asrama Slytherin)
Hugo, Latin “Pemikir” (Hugo Weasley, anak Ron dan Hermione Weasley)
Igor, Rusia “Pejuang Damai” (Igor Karkaroff, kepala sekolah Durmstrang)
James, Yunani “Pengganti” (James Potter, ayah Harry Potter)
Justin, Latin “Adil” (Justin Finch-Fletchley, anak Hufflepuff anggota Laskar Dumbledore)
Lee, Inggris “Padang Rumput” atau “Penyembuh” (Lee Jordan, komentator Quidditch)
Lucius, Latin “Cahaya” (Lucius Malfoy, Pelahap Maut dan ayah Draco Malfoy)
Ludovic/Ludo, Skandinavia “Pejuang Terkenal” (Ludovic Bagman, Kepala Departemen Permainan dan Olah Raga di Kementerian Sihir)
Marcus, Latin “Pertahanan” (Marcus Flint, Chaser dan kapten tim Quidditch Slytherin)
Michael, Ibrani “Siapa yang Seperti Allah?” (Michael Corner, anak Ravenclaw)
Neville, Perancis “Dari Kota Baru” (Neville Longbottom, anak Gryffindor)
Nicolas, Yunani “Pemenang Rakyat” (Nicolas Flamel, ahli alkimia yang membuat Batu Bertuah)
Oliver, Inggris “Pohon Zaitun” (Oliver Wood, Keeper dan Kapten tim Quidditch Gryffindor)
Percival, Latin “Menembus” (Percival Dumbledore, ayah Albus Dumbledore)
Percy, Inggris bentuk singkat dari Percival “Menembus” (Percy Weasley, kakak Ron)
Peter, Yunani “Batu Karang” (Peter Pettigrew, Pelahap Maut yang pura-pura menjadi tikus, dan pembunuh Cedric Diggory)
Phineas, Ibrani “Bermulut Kuningan” (Phineas Nigellus Black, mantan kepala sekolah Hogwarts, dan leluhur Sirius Black
Pius, Latin “Saleh” (Pius Thicknesse, Menteri Sihir di bawah Kutukan Imperius)
Quirinus, Latin “Pejuang” (Quirinus Quirrell, guru Telaah Muggle yang dirasuki Lord Voldemort)
Regulus, Latin “Pangeran” (Regulus Arcturus Black, saudara laki-laki Sirius Black)
Remus, Latin “Cepat” (Remus Lupin, werewolf guru Pertahanan Ilmu Hitam di Hogwarts)
Ronald, Inggris “Kuat, Memerintah dengan Menasihati” (Ronald “Ron” Weasley, sahabat Harry)
Rubeus, Latin “Merah” (Rubeus Hagrid, setengah-raksasa sahabat Harry)
Rufus, Latin “Merah” (Rufus Scrimgeour, kepala Auror yang menggantikan Fudge sebagai Menteri Sihir)
Seamus, Irlandia variasi dari Yakub “Pengganti” (Seamus Finnigan, anak Hufflepuff)
Severus, Latin “Serius, Ketat” (Severus Snape, guru Ramuan yang akhirnya menjadi kepala sekolah Hogwarts, anggota Orde Phoenix, “Pangeran Berdarah Campuran”)
Sirius, Latin “Bintang Anjing” (Sirius Black, anggota Orde Phoenix, godfather dari Harry Potter)
Stan, Inggris bentuk singkat dari Stanley “Padang Berbatu” (Stan Shunpike, kondektur Bus Ksatria yang menjadi Pelahap Maut.
Terry, Norwegia bentuk singkat dari Terence “Seperti Thor” (Terry Boot, anak Ravenclaw)
Tom, Latin bentuk singkat dari Thomas “Si Kembar” (Tom Marvolo Riddle, nama asli Lord Voldemort, pemimpin Pelahap Maut)
Vernon, Latin “Makmur” (Vernon Dursley, paman Harry Potter)
Viktor, Latin “Pemenang” (Viktor Krum, peserta Turnamen Triwizard dari Durmstrang)
Vincent, Latin “Pemenang” (Vincent Crabbe, anak Slytherin sahabat Draco Malfoy)
Xenophilius, Yunani “Pecinta Hal-hal Asing” (Xenophilius Lovegood, ayah Luna Lovegood editor The Quibbler)
Zacharias, Ibrani “Tuhan Mengingat” (Zacharias Smith, anak Hufflepuff

- GIRLS

Alice, Inggris “Mulia” (Alice Longbottom, ibu Neville Longbottom, anggota Orde Phoenix)
Alicia, Jerman “Manis” (Alicia Spinnet, Chaser Quidditch Gryffindor)
Amelia, Jerman “Rajin” (Amelia Susan Bones, bibi Susan Bones)
Angelina, Yunani “Malaikat” (Angelina Johnson, kapten Quidditch Gryffindor yang akhirnya menjadi istri George Weasley)
Andromeda, Yunani “Penguasa Manusia” (Andromeda Tonks, ibu Nymphadora Tonks)
Arabella, Latin “Berserah pada Doa” (Arabella Figg, Squib yang bertetangga dengan keluarga Dursley)
Ariana, Latin “Suci” (Ariana Dumbledore, adik Albus Dumbledore)
Augusta, Latin “Agung” (Augusta Longbottom, nenek Neville Longbottom)
Aurora, Latin “Dewi Pagi” (Aurora Sinistra, guru Astronomi di Hogwarts)
Bathesda, Ibrani “Rumah Belas Kasihan” (Bathesda Babbling, guru Runes Kuno di Hogwarts)
Bathilda, Jerman “Pahlawan Wanita” (Bathilda Bagshot, penulis buku Sejarah Sihir)
Bellatrix, Latin “Cantik, Gembira, Diberkati” (Bellatrix Lestrange, Pelahap Maut)
Charity, Inggris “Derma” (Charity Burbage, guru Telaah Muggle di Hogwarts)
Cho, Korea “Kupu-kupu” (Cho Chang, anak Ravenclaw yang pernah berkencan dengan Harry Potter)
Dolores, Latin “Duka Cita” (Dolores Umbridge, Asisten Senior Menteri Sihir dan guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam di Hogwarts)
Fleur, Perancis “Bunga” (Fleur Delacour, peserta Turnamen Triwizard dari Beauxbatons yang akhirnya menjadi istri Bill Weasley)
Gabrielle, Ibrani “Pejuang Allah” (Gabrielle Delacour, adik Fleur Delacour)
Ginevra, Italia “Adil” (Ginevra “Ginny” Weasley adalah adik Ron Weasley akhirnya jadi istri Harry)
Hannah, Ibrani “Anugerah” (Hannah Abbott, anak Hufflepuff yang akhirnya menjadi istri Neville Longbottom)
Helena, Yunani “Cahaya Bersinar” (Helena Ravenclaw, anak Rowena Ravenclaw)
Helga, Norwegia “Suci” (Helga Hufflepuff, salah satu pendiri Hogwarts)
Hermione, Yunani “Dilahirkan dengan Baik” (Hermione Granger, anak Gryffindor sahabat Harry Potter)
Irma, Latin “Mulia” (Irma Pince petugas perpustakaan di Hogwarts)
Katie, Inggris bentuk singkat dari Catherine (Yunani) “Murni” (Katie Bell, Chaser Gryffindor)
Kendra, Inggris “Pengetahuan” (Kendra Dumbledore, ibu Albus Dumbledore)
Lavender, Inggris “Bunga Ungu” (Lavender Brown, anak Gryffindor)
Lily, Inggris “Bunga Bakung” (Lily Potter, ibu Harry Potter)
Luna, Latin “Bulan” (Luna Lovegood, anak Ravenclaw)
Marietta, Ibrani variasi dari Maria “Pemberontakan Mereka” atau “Pahit” (Marietta Edgecombe, anak Ravenclaw yang mengkhianati Laskar Dumbledore)
Marjorie, Yunani “Mutiara” (Marjorie Dursley, bibi Dudley Dursley)
Millicent, Perancis “Dari Seribu Orang Kudus” (Millicent Bagnold, Menteri Sihir sebelum Cornelius Fudge. Millicent Bulstrode, anak Slytherin)
Minerva, Latin “Bijaksana” (Minerva McGonagall, guru Transfigurasi dan wakil kepala sekolah Hogwarts)
Molly, Inggris variasi dari Maria “Pemberontakan Mereka” atau “Pahit” (Molly Weasley, ibu Ron)
Narcissa, Latin “Bunga Daffodil” (Narcissa Malfoy, ibu Draco Malfoy)
Nymphadora, Latin “Peri” (Nymphadora Tonks, Auror dan Metamorphmagus yang jadi istri Remus Lupin)
Olympe, Yunani “Dari Olympus” (Olympe Maxime, setengah-raksasa, kepala sekolah Beauxbatons)
Padma, Hindi “Teratai” (Padma Patil, anak Ravenclaw, kembaran Parvati Patil)
Pansy, Yunani “Bunga” (Pansy Parkinson, Prefek Slytherin)
Parvati, Hindi “Anak Gunung” (Parvati Patil, anak Gryffindor, kembaran Padma Patil)
Penelope, Yunani “Gulungan Benang” (Penelope Clearwater, Prefek Ravenclaw pacar Percy)
Petunia, Indian Amerika “Bunga Petunia” (Petunia Dursley, bibi Harry)
Pomona, Latin “Subur” (Pomona Spout, guru Herbologi di Hogwarts)
Poppy, Inggris “Bunga” (Poppy Pomfrey, kepala perawat di Hogwarts)
Rita, Spanyol “Mutiara” (Rita Skeeter, wartawan Daily Prophet, penulis Kehidupan dan Kebohongan Albus Dumbledore)
Rolanda, Jerman “Dari Tanah Termasyhur” (Rolanda Hooch, guru terbang dan wasit Quidditch Hogwarts)
Rose, Inggris “Mawar” (Rose Weasley, anak dari Ron dan Hermione Weasley)
Rowena, Anglo-Saxon “Berambut Putih” (Rowena Ravenclaw, salah satu pendiri Hogwarts)
Susan, Yunani “Bunga Bakung” (Susan Bones, anak Hufflepuff)
Sybil, Yunani “Peramal” (Sybil Trelawney, guru Ramalan di Hogwarts)
Walburga, Jerman “Kekuatan, Perlindungan” (Walburga Black, ibu Sirius Black)
Wilhelmina, Belanda “Pelindung Tangguh” (Wilhelmina Grubbly-Plank, guru pengganti Perawatan Satwa Gaib di Hogwarts)


Sekian... ^^ Author gak bisa nge-tag semua namanya, soalnya cuma bisa 200 karakter. Jadi cuma sedikit yang di-tag.
NB : jangan lupa kasih komentar yaa!

Harry Potter Lovers yang punya Twitter, jangan sampe gak ngefollow orang-orang dibawah ini. Ini akun Twitter resmi para pemain Harry Potter :

J.K. Rowling (Penulis Harry Potter)
Tom Felton (Draco Malfoy)
Emma Watson (Hermione Granger)
Evanna Lynch (Luna Lovegood)
James Phelps (Fred Weasley)
Oliver Phelps (George Weasley)
Matthew Lewis (Neville Longbottom)
Chris Rankin (Percy Weasley)
Warwick Davis (Filius Flitwick & Griphook)
Alec Hopkins (Severus Snape muda)
Angelica Mandy (Gabrielle Delacour)
Freddie Stroma (Cormac McLaggen)
Jamie Campbell Bower (Gellert Grindelwald)
Jessie Cave (Lavender Brown)
William Dunn (James Sirius Potter)
Ryan Turner (Hugo Weasley)
Arthur Bowen (Albus Severus Potter)



NB : give a comment, please!

Ini ada fan fiction kiriman dari followers @HogwartsMember. Silahkan dibaca... Author gak bisangejelasin apa-apa soalnya bukan Author yang bikin... (:p)

Disclaimer: I do not own anything, J.K. Rowling does.
Warnings: OOC parah, cliché, kacau, alur kecepetan, post-Hogwarts.
Pairing: Draco Malfoy – Hermione Granger
Genre: Romance & Angst
Rated: T

Realization

Awal Juni, awal musim panas—salah satu musim favoritku. Well, sebenarnya ini bukan berita baru mengingat hampir semua orang memang menyukai musim panas—dan karena alasan yang sangat umum, kurasa. Kau bisa menikmati sinar matahari tanpa batas, memandang bunga-bunga yang bermekaran di sekelilingmu, atau bahkan berbaring di rerumputan di luar rumah pada malam hari. Tak melakukan apa pun, hanya berbaring diam di sana dan menatap langit malam—membebaskan imajinasimu yang paling liar sekali pun. Dan aku tidak bisa tidak tersenyum ketika membayangkan diriku sendiri melakukan semua hal itu. Aku menghela napas panjang, mungkin suatu hari nanti aku bisa melakukan hal itu. Bersamanya.
Aku menolehkan kepalaku ke sisi tempat tidur di sampingku, dan seperti yang sudah kuduga, seperti yang selalu terjadi di setiap malam ketika aku terjaga, aku mendapati sisi itu kosong. Hanya ada tumpukan bantal yang agak berantakan, menandakan ada seseorang yang pernah berbaring di atasnya selama beberapa saat. Dia pasti segera menyelinap keluar begitu aku mulai terlelap.
Aku masih berbaring diam tak bergerak selama beberapa menit berikutnya, hanya memandangi langit-langit kamar yang temaram dan mendengarkan suara detik jarum jam yang begitu jelas terdengar di keheningan kamar ini. Beberapa menit lagi berlalu, dan aku mulai merasa bosan. Mungkin tak ada salahnya keluar kamar untuk sekadar mencari suasana lain.
“Kau terbangun lagi?” tanya sebuah suara dari arah ruang duduk, mengejutkanku.
Well, aku tak pernah tahu bagaimana caranya dia bisa mengetahui keberadaanku seperti itu. Dia bahkan tak perlu menolehkan kepalanya dan melihat ke arahku untuk mengetahui bahwa aku berada di ruangan yang sama dengannya. Aku selalu berusaha meyakinkan diriku bahwa hal itu disebabkan karena dia memiliki ikatan batin denganku. Dan aku benar-benar berharap seperti itulah kenyataannya.
Aku tersenyum tipis sebelum berjalan menghampirinya. Dia sedang duduk menghadap perapian, menyandarkan kepalanya di sofa, dan memejamkan matanya rapat-rapat. Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya aku melihatnya dalam posisi seperti itu. Aku bahkan berani bertaruh dengan apa pun dan mengatakan bahwa dia selalu menyendiri di ruangan ini hampir setiap malam. Entah apa yang sedang dipikirkannya, aku tak pernah tahu.
Dia membuka matanya, memandangku dengan mata kelabunya yang tajam. Dan seperti biasanya, aku tak pernah mampu untuk membalas pandangannya itu. Aku duduk di sampingnya sambil menundukkan kepalaku, merasakan pandangan matanya yang mengikuti setiap gerakanku.
“Seharusnya kau tidak terbangun,” katanya tenang.
“Kau tidak ada di sampingku,” jawabku lirih.
Dia menghela napas panjang. “Aku hanya membutuhkan sedikit udara segar.”
Aku tidak menjawab. Dan dia berkata lagi, “Kembalilah tidur, aku akan menyusul sebentar lagi.”
“Kurasa sebaiknya aku menemanimu di sini saja,” kataku dengan nada final.
Dia kembali memandangku, dan kali ini seulas senyum tipis menghiasi wajahnya. Senyum yang kuyakini hanya untukku. Well, dia selalu menyeringai, bukan tersenyum. Jadi aku bisa menganggap bahwa senyumnya itu hanya diberikan untukku.
“Kau tidak perlu melakukan itu,” katanya. “Aku memang sedang ingin menyendiri.”
Aku membalas senyumannya. “Aku berjanji tidak akan mengganggu.”
Dia hanya mengangkat bahunya dan tidak mengatakan apa-apa. Aku menghela napas panjang dan meletakkan kepalaku di bahunya. Dan seperti biasanya, aku bisa merasakan kalau dia sedikit berjengit sebelum dia bisa menguasai dirinya dan mulai membelai rambutku.
“Draco?” panggilku beberapa saat kemudian.
“Hmm?” jawabnya.
“Aku tak pernah mengetahui alasan kenapa kau tak mau lagi tinggal di rumahmu yang dulu.”
“Rumah itu terlalu banyak menyimpan kenangan.”
“Maksudku bu—”
“Aku mengerti maksudmu, dan aku mengatakan yang sebenarnya,” katanya menyela kalimatku.
Aku mengangguk, tak tahu harus mengatakan apa. Dia menghela napas panjang dan mulai berkata dengan nada suara yang entah kenapa selalu membuatku berpikir bahwa dia sedang berbicara dengan orang lain, dan bukannya denganku. Lembut.
Harus kukatakan dengan jujur bahwa sebenarnya aku tak pernah tahu kalau dia bisa berkata dengan nada selain nada mengejek dan mencemooh. Dan senyumnya itu—terkadang aku memiliki pikiran gila bahwa itu bukan untukku, aku masih belum bisa percaya kalau dia mampu tersenyum. Mungkin hal-hal kecil yang tak pernah kuketahui seperti itulah yang membuatku mencintainya. Ya, dengan bangga aku mengatakan bahwa aku mencintainya. Dan dia tahu itu.
“Aku tahu kau tidak sedang membicarakan Malfoy Manor,” katanya dengan pandangan menerawang. “Dan menurutku, rumah itu terlalu kecil jika digunakan sebagai tempat tinggal untukmu.”
“Tapi aku menyukai pemandangan di sekelilingnya, Draco. Lagi pula, kita bisa mengubahnya setiap saat. Masih ada banyak lahan di halaman belakang yang bisa kita gunakan untuk memperluas rumah itu semau kita.”
Dia tidak langsung menjawab kata-kataku tadi, tetapi aku bisa merasakan kalau wajahnya menegang. “Aku tak akan pernah mengubah rumah itu sedikit pun. Dan kita tidak akan pernah tinggal di sana,” katanya serius.
Aku menggigit bibir bawahku. Tak ada gunanya membantah kata-katanya. Dia orang paling keras kepala yang pernah kukenal.
“Sebaiknya kita kembali tidur sekarang, besok pagi aku harus bangun lebih awal,” katanya sambil beranjak bangkit.
“Draco?” panggilku sebelum dia mulai melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan ini.
“Ya?” jawabnya sambil membalikkan tubuhnya untuk memandangku.
“I love you,” kataku.
“I know,” jawabnya singkat sebelum melangkahkan kakinya dan meninggalkanku sendiri di ruang duduk.

-o0o-

Tak ada hal apa pun yang bisa kulakukan saat ini. Dan sungguh, aku benar-benar merasa bosan. Mungkin seharusnya tadi aku menerima undangan Narcissa untuk menemaninya pergi berbelanja. Dan sekarang aku menyesal sudah menolak undangannya tadi.
“Tinky,” panggilku pada salah satu peri-rumah milik kami.
Sedetik kemudian, muncullah seorang peri-rumah yang muncul dengan suara lecutan keras di hadapanku. Dia memakai pakaian putih bersih yang kuingat pernah diberikan oleh Draco beberapa waktu yang lalu. Wajahnya berseri-seri ketika dia menyapaku.
“Anda memanggil Tinky, Mistress?” tanya peri-rumah itu sambil membungkukkan tubuhnya.
“Kau tahu jam berapa Draco pulang?” tanyaku.
“Tidak, Mistress. Master Draco tidak mengatakan apa-apa kepada Tinky ketika Master pergi tadi pagi. Master hanya meminta Tinky untuk tidak membangunkan Mistress yang masih tidur,” jawab peri-rumah itu sambil menggelengkan kepalanya.
Aku mengerutkan dahiku. Seharusnya aku tak perlu heran lagi. Draco memang selalu pergi ketika aku masih tertidur, dan dia tak pernah membangunkanku untuk sekadar mengucapkan ‘bye’. Tak pernah sekali pun. Dan aku selalu berpikir bahwa itu karena dia tidak ingin mengganggu tidurku.
Aku tersenyum. “Baik, Tinky, kembalilah ke dapur.”
“Ada yang ingin Mistress tanyakan lagi pada Tinky?”
“Tidak,” jawabku singkat.
Peri-rumah itu mengangguk, membungkukkan tubuhnya sekali lagi, dan menghilang dengan suara lecutan keras seperti saat dia muncul tadi. Aku menghempaskan tubuhku ke sandaran sofa yang kududuki sejak tadi, berusaha mencari sesuatu untuk mengusir kebosananku.
Percuma saja. Aku semakin merasa bosan. Aku menarik napas panjang, mungkin sebuah buku bacaan bisa sedikit mengalihkan pikiranku. Aku bangkit, menuju ruang kerja Draco. Ada sebuah lemari buku besar tempat dia meletakkan buku-bukunya di sana. Ya, Draco suka membaca. Mungkin itulah sebabnya dia memiliki perpustakaan pribadi di rumahnya yang dulu. Aku mengetahui hal ini karena dia sering menghabiskan waktunya di sana, dan aku sering bertanya-tanya kenapa dia tidak mau memindahkan perpustakaan pribadinya itu ke rumah ini. Maksudku, akan jauh lebih praktis dan lebih efisien kalau dia bisa membaca dengan nyaman tanpa harus pergi ke ujung lain kota ini, kan?
Aku menggelengkan kepalaku. Tanpa sadar aku sudah berada di sudut ruang kerja Draco, di depan lemari buku besar yang kumaksudkan tadi. Aku mengulurkan tanganku untuk membuka pintu lemari itu, dan mulai mencari buku yang kuanggap menarik.
Literatur dan karya sastra. Dua jenis buku yang mendominasi lemari ini.
Aku mengerutkan dahiku. Aku tidak pernah tahu kalau Draco menyukai buku-buku seperti itu. Pandanganku tertuju pada sebuah buku kecil bersampul kulit warna hitam yang berada di sudut lemari. Buku itu berbeda dengan buku-buku lainnya, terlihat lebih kecil dan lebih tipis. Seperti jurnal. Atau mungkin itu memang sebuah jurnal?
Aku mengambil dan memperhatikan sampul kulitnya selama beberapa saat, mempertimbangkan untuk mengembalikannya lagi ke tempatnya semula. Kalau buku ini memang sebuah jurnal, aku tidak memiliki hak sama sekali untuk membukanya, apa lagi membaca isinya. Tetapi rasa ingin tahuku mengalahkan segalanya. Mungkin tidak apa-apa kalau aku membacanya sedikit, pikirku.
Aku menarik napas panjang sebelum membuka halaman pertama buku itu. Kosong.
Aku membuka halaman berikutnya, dan hanya lembaran putih bersih yang kulihat di sana. Begitu seterusnya, dan masih saja tak ada kata atau kalimat yang kutemukan, bahkan satu huruf pun tak ada sama sekali. Hingga halaman terakhir.
Satu halaman yang hanya berisi beberapa kalimat, beberapa baris, dan bahkan tidak memenuhi setengah halaman kertas putih itu. Tetapi cukup untuk membuatku mengerti. Sangat cukup untuk membuatku sadar. Benar-benar cukup untuk menjawab semua pertanyaan yang ada di benakku selama ini. Dan lebih dari cukup untuk membuat cairan bening yang hampir tak pernah keluar dari kelopak mataku kini mengalir deras membasahi pipiku.
Sekarang aku mengerti. Aku, Astoria Greengrass-Malfoy, seorang wanita terpandang, seorang bangsawan darah-murni—baru saja menyadari bahwa aku tak akan pernah memiliki hati seorang Draco Malfoy. Karena betapa pun kerasnya aku berusaha untuk menjadi yang terbaik baginya, aku sadar sepenuhnya bahwa aku tak akan pernah bisa menggantikan posisi seorang Hermione Granger.

- END -

Kiriman : @Rheatitan

NB : kasih komentar kamu tentang pendapatmu mengenai fanfic ini yaa... oya, jangan lupa follow @HogwartsMember!

Di buku Harry Potter and The Deathly Hallows bagian terakhir ada epilog yang judulnya "Sembilan Belas Tahun Kemudian". Author langsung aja baca yang itu...hehehe. Buat kalian yang gak punya bukunya dan pengen baca, nih Author kasihtau. Cuman gak bisa persis kayak dibukunya ya, Author capek ngetiknya. Jadi yang ini udah diringkas...


Sembilan belas tahun kemudian, Harry telah menikah dengan Ginny Weasley, dan mereka memiliki tiga anak bernama James Sirius, Albus Severus, dan Lily Luna. Ron dan Hermione juga menikah dan memiliki dua anak, Rose dan Hugo. Keluarga-keluarga itu bertemu di Stasiun King's Cross, di mana Albus akan memasuki tahun pertamanya bersekolah di Hogwarts. James, anak pertama mereka, sudah bersekolah di Hogwarts, sementara Lily baru akan masuk ke Hogwarts dua tahun kemudian.


Anak baptis Harry yang berumur sembilan belas tahun, Teddy Lupin, ditemukan berpapasan dengan Victoire Weasley (putri Bill dan Fleur) di salah satu kompartemen kereta. Teddy tampaknya sangat dekat dengan keluarga Potter, dengan perkataan Harry, "Ia sudah datang untuk makan malam bersama empat kali seminggu."

Harry juga melihat Draco Malfoy dan istrinya bersama putra mereka, Scorpius. Malfoy menganggukkan kepala singkat ke Harry, kemudian pergi.


Harry menenangkan Albus, yang khawatir akan masuk ke Slytherin. memberitahu bahwa Severus Snape, dari mana nama Severus diambil, adalah seorang Slytherin dan ia adalah orang yang paling berani yang pernah ditemuinya. Harry juga membocorkan bahwa Topi Seleksi akan mengikuti pilihan seseorang.

Neville Longbottom telah menjadi guru Herbologi dan berteman baik dengan Harry.

Buku ini diakhiri dengan pengungkapan bahwa bekas luka Harry tidak pernah sakit lagi selama sembilan belas tahun sejak Pangeran Kegelapan dikalahkan, dan semuanya berjalan dengan baik.

O.o ... kayaknya filmnya bagus banget deh, kalo ceritanya udah keren banget gitu...
NB : give a comment, please!

Postingan Lama Beranda

Dumbledore Army (Followers)

Seberapa baguskah Blog ini?

Siapa karakter perempuan favoritmu di Harry Potter?